Kamis, 23 Mei 2013

Saat Teduh Bersama Tuhan



Mana yang utama??
Hari itu menjadi hari yang begitu menjengkelkan dalam hidupku. Semua yang kukerjakan   berantakan. Berbagai kegiatan yang sudah di-planningkan  GATOT alias gagal total!!. Aku bingung, salah dimana ya?  Oh God,, aku baru sadar kalau ternyata pagi tadi aku ga memulai hariku dengan duduk diam mendengarkan suaraMU.
Guys, pernah ga kalian ngalamin kejadian seperti kisah diatas? (Hayo ngaku!!). “Mendekatlah  kepada Allah dan Ia akan mendekat kepadamu” tulis Kitab suci (Yak 4:8). Banyaknya rutinitas, khususnya bagi mahasiswa nih, entah itu Praktek, Tugas besar, Presentasi,dsb, kerap menyita perhatian dan fokus kita. Dan ga jarang kita akhirnya mengorbankan waktu-waktu khusus yang tadinya buat saat teduh, bible reading  dan doa pribadi menjadi terabaikan. Kerapkali kita kompromi; “Yang penting tugas gw kelar dulu, saat teduh mah bisa ntar malem aja. Dah deadline nih masalahnya”.  Malamnya, karena kecapean akhirnya kebablasan tidur deh ampe pagi sehingga lupa saat teduh (sate).
Kitab Amsal katakan,”Serahkanlah perbuatanmu kepada Tuhan, maka terlaksanalah segala rencanamu”. Nats ini menjadi salah satu ayat favoritku, kadang ketika aku mulai dititik jenuh atau malas berdoa/sate, aku ingat ayat ini dimana segala sesuatu yang kita kerjakan harusnya dimulai dengan penyerahan totally kepada DIA, sumber segalanya, maka yakinlah apapun yang kita kerjakan akan dibuat berhasil, sesuai kehendakNya.
Doug Banister dalam bukunya “Haus akan Allah” mengatakan bahwa Allah menciptakan kita untuk sebuah hubungan, berhubungan dengan Allah dan juga orang lain. Mengapa? Karena Allah yang dinyatakan di dalam Alkitab adalah Allah yang bersifat relasional. Hubungan yang terjalin semestinya adalah hubungan yang bersifat pribadi, hubungan yang bertemu muka dengan muka, hubungan yang tidak dapat diwakilkan. Bagi sobat yang pernah PDKT dengan ‘someone’ tentunya  hubungannya diawali dari sebuah hubungan yang dekat dan komunikasi yang terus-menerus. Demikian juga pengenalan kita akan Allah dapat terjadi jika kita memiliki hubungan pribadi yang dekat dan komunikasi yang terus-menerus dengan Dia melalui firman-Nya.
Doug Banister menambahkan:”Ketika kita tidak memiliki hubungan dengan Allah, ketika kita tidak berjalan setiap hari dengan kesadaran akan diri kita yang dikasihi, ketika suara Yesus bukan suara yang meneguhkan dan membimbing jiwa kita, pastilah kita akan mencari peneguhan dan bimbingan kita dari tempat lain. Jiwa kita yang kosong tidak akan bertahan dalam kekosongan tersebut. Ketika Allah siap tidak hadir, sekumpulan allah lainnya siap untuk menggantikan,”
Guys, kuliah memang bagian paling penting bagi kita sebagai mahasiswa. Kita berjuang banget buat dapetin nilai yang baik, ilmu sebanyak-banyaknya, dan lulus tepat waktu. Tapi, itu tidaklah ada artinya  jika studymu tidak memuliakan Tuhan. Artinya, jika fokus kita hanya study tapi tidak menjalin relasi yang “intim” dengan Tuhan lewat sate, doa, bible reading, maka semua sia-sia. Apalagi jika kita masih suka meng-halalkan cara-cara yang tercela dalam study (mis: nyontek saat ujian, copy paste tugas, dsb), wah dijamin deh, Tuhan ga berkenan banget dengan study kita. So, bagi sobat yang belum teratur sate, mulai sekarang sisihkan waktu, bukan menyisahkan. Dan bagi sobat yang sudah rutin sate tapi akhir-akhir nih mulai jenuh, buatlah cara-cara kreatif untuk membantu kita menikmati hadirat Tuhan dalam jam-jam sate, mis; diawali dengan ngedengerin musik rohani, nyanyi lagu penyembahan, ataupun mencari tempat yang berbeda dari biasanya.
Selamat bertumbuh dalam Hadirat Tuhan.                                                    


 God bless you all.