Jumat, 24 Mei 2013
cerita alumni sipil: Saat Teduh Bersama Tuhan
cerita alumni sipil: Saat Teduh Bersama Tuhan: Mana yang utama?? H ari itu menjadi hari yang begitu menjengkelkan dalam hidupku. Semua yang kukerjakan berantakan. Berbagai kegia...
Kamis, 23 Mei 2013
Saat Teduh Bersama Tuhan
Mana yang utama??
Hari
itu menjadi hari yang begitu menjengkelkan dalam hidupku. Semua yang
kukerjakan berantakan. Berbagai
kegiatan yang sudah di-planningkan GATOT
alias gagal total!!. Aku bingung, salah dimana ya? Oh God,, aku baru sadar kalau ternyata pagi
tadi aku ga memulai hariku dengan duduk diam mendengarkan suaraMU.
Guys, pernah ga kalian ngalamin kejadian
seperti kisah diatas? (Hayo ngaku!!). “Mendekatlah
kepada Allah dan Ia akan mendekat
kepadamu” tulis Kitab suci (Yak 4:8). Banyaknya rutinitas, khususnya bagi
mahasiswa nih, entah itu Praktek, Tugas besar, Presentasi,dsb, kerap menyita
perhatian dan fokus kita. Dan ga jarang kita akhirnya mengorbankan waktu-waktu
khusus yang tadinya buat saat teduh, bible
reading dan doa pribadi menjadi terabaikan.
Kerapkali kita kompromi; “Yang penting tugas gw kelar dulu, saat teduh mah bisa
ntar malem aja. Dah deadline nih masalahnya”.
Malamnya, karena kecapean akhirnya kebablasan tidur deh ampe pagi
sehingga lupa saat teduh (sate).
Kitab Amsal katakan,”Serahkanlah
perbuatanmu kepada Tuhan, maka terlaksanalah segala rencanamu”. Nats ini
menjadi salah satu ayat favoritku, kadang ketika aku mulai dititik jenuh atau
malas berdoa/sate, aku ingat ayat ini dimana segala sesuatu yang kita kerjakan
harusnya dimulai dengan penyerahan totally
kepada DIA, sumber segalanya, maka yakinlah apapun yang kita kerjakan akan
dibuat berhasil, sesuai kehendakNya.
Doug Banister dalam bukunya “Haus akan Allah” mengatakan
bahwa Allah menciptakan kita untuk sebuah hubungan, berhubungan dengan Allah
dan juga orang lain. Mengapa? Karena Allah yang dinyatakan di dalam Alkitab
adalah Allah yang bersifat relasional. Hubungan yang terjalin semestinya adalah
hubungan yang bersifat pribadi, hubungan yang bertemu muka dengan muka,
hubungan yang tidak dapat diwakilkan. Bagi sobat yang pernah PDKT dengan ‘someone’ tentunya hubungannya diawali dari sebuah hubungan yang
dekat dan komunikasi yang terus-menerus. Demikian juga pengenalan kita akan
Allah dapat terjadi jika kita memiliki hubungan pribadi yang dekat dan
komunikasi yang terus-menerus dengan Dia melalui firman-Nya.
Doug Banister menambahkan:”Ketika kita tidak memiliki hubungan dengan Allah, ketika kita tidak
berjalan setiap hari dengan kesadaran akan diri kita yang dikasihi, ketika suara
Yesus bukan suara yang meneguhkan dan membimbing jiwa kita, pastilah kita akan
mencari peneguhan dan bimbingan kita dari tempat lain. Jiwa kita yang kosong
tidak akan bertahan dalam kekosongan tersebut. Ketika Allah siap tidak hadir,
sekumpulan allah lainnya siap untuk menggantikan,”
Guys, kuliah memang bagian paling penting bagi kita sebagai
mahasiswa. Kita berjuang banget buat dapetin nilai yang baik, ilmu
sebanyak-banyaknya, dan lulus tepat waktu. Tapi, itu tidaklah ada artinya jika studymu tidak memuliakan Tuhan.
Artinya, jika fokus kita hanya study tapi tidak menjalin relasi yang “intim”
dengan Tuhan lewat sate, doa, bible reading, maka semua sia-sia. Apalagi jika
kita masih suka meng-halalkan cara-cara yang tercela dalam study (mis: nyontek
saat ujian, copy paste tugas, dsb), wah dijamin deh, Tuhan ga berkenan banget
dengan study kita. So, bagi sobat
yang belum teratur sate, mulai sekarang sisihkan waktu, bukan menyisahkan. Dan
bagi sobat yang sudah rutin sate tapi akhir-akhir nih mulai jenuh, buatlah
cara-cara kreatif untuk membantu kita menikmati hadirat Tuhan dalam jam-jam
sate, mis; diawali dengan ngedengerin musik rohani, nyanyi lagu penyembahan,
ataupun mencari tempat yang berbeda dari biasanya.
Selamat bertumbuh dalam Hadirat Tuhan.
God
bless you all.
Langganan:
Komentar (Atom)
